9 Makanan Penambah Darah untuk Lansia yang Mengalami Anemia

0
250

Penyakit anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah Anda lebih rendah dari jumlah normal.

Anemia juga bisa terjadi jika sel-sel darah merah tidak mengandung cukup hemoglobin. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang memberikan warna merah darah. Protein ini membantu sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Jika Anda memiliki anemia, tubuh Anda tidak mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen. Akibatnya, Anda mungkin merasa lelah atau lemah. Anda juga mungkin memiliki gejala lain, seperti sesak napas, pusing, atau sakit kepala.

Pada lansia, kondisi anemia, terutama anemia defisiensi vitamin B12 dan asam folat, dinilai cukup sering terjadi. Sebab, kemampuan lansia untuk menyerap vitamin tersebut tergolong lebih rendah. Untungnya, ada makanan penambah darah yang bisa membantu mengatasi kondisi ini.

Mengatur asupan makanan pada penderita anemia penting dilakukan, karena dengan asupan yang tepat, sel darah merah bisa kembali terbentuk dengan baik. Berikut ini jenis makanan penambah darah untuk lansia, yang mengalami anemia defisiensi vitamin B12 dan asam folat.

Makanan penambah darah yang aman untuk lansia

Kurangnya kadar vitamin B12 dan asam folat di tubuh, bisa menyebabkan Anda terkena anemia. Terlebih, jika Anda telah memasuki masa lansia. Sebab, kedua komponen tersebut berperan penting dalam pembentukan sel darah merah.

Dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin B12 maupun asam folat, kondisi ini dapat diatasi secara alami. Berikut ini daftar makanan penambah darah yang baik untuk dikonsumsi.

1. Ikan salmon

Dalam sekitar 180 gram daging ikan salmon, terdapat kandungan vitamin B12 yang bisa memenuhi 80% kebutuhan harian tubuh. Selain vitamin, ikan salmon juga kaya akan protein dan asam lemak omega-3 yang baik bagi tubuh.

2. Daging sapi

Sekitar 180 gram daging sapi yang dipanggang, dapat memenuhi hampir dua kali lipat kebutuhan vitamin B12 dalam satu hari. Kandungan vitamin ini akan lebih banyak didapatkan pada daging dengan sedikit lemak.

3. Ikan tuna

Ikan tuna kaya akan kandungan vitamin B12, terutama pada bagian otot di bawah kulit. Anda memperoleh dua kali lipat asupan vitamin B12 yang dibutuhkan setiap hari, dari 100 gram ikan tuna segar.

4. Susu dan produk olahannya

Susu serta produk olahannya seperti keju dan yogurt disebutkan juga merupakan sumber vitamin B12 yang baik. Meski kandungannya tidak sebanyak pada daging sapi atau ikan, vitamin B12 yang terdapat pada susu, lebih mudah diserap oleh tubuh.

5. Telur

Setiap 100 gram telur mengandung vitamin B12, yang bisa memenuhi sekitar 20% kebutuhan harian tubuh. Kandungan vitamin ini, lebih banyak terdapat pada telur kuning dibandingkan telur putih.

6. Sayuran hijau

Sayuran hijau seperti bayam, merupakan makanan penambah darah yang baik untuk lansia. Sekitar 30 gram bayam, dipercaya dapat memenuhi kebutuhan asam folat harian hingga 15%.

7. Pisang

Pisang berukuran sedang disebutkan bisa memenuhi sekitar 6% kebutuhan harian dari asam folat. Pisang juga kaya akan kalium, vitamin B6, dan mangan yang baik bagi tubuh.

8. Pepaya

Anda bisa memenuhi sekitar 13% kebutuhan asam folat harian setelah mengonsumsi sekitar 140 gram pepaya. Pepaya juga kaya akan vitamin C, kalium, dan antioksidan.

9. Alpukat

Kandungan asam folat pada alpukat lebih tinggi dari pisang. Dalam setengah buah alpukat, disebutkan bisa memenuhi kebutuhan asam folat hingga 21%.

Facebook Comments