Hati-hati! Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kena Kanker Paru

0
363

Kanker paru-paru merupakan penyakit dengan ciri khas adanya pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada jaringan paru-paru. Bila tidak dirawat, pertumbuhan sel ini dapat menyebar ke luar dari paru-paru melalui suatu proses yang disebut metastasis ke jaringan yang terdekat atau bagian tubuh yang lainnya.

Dua jenis utama kanker paru-paru adalah kanker paru-paru sel kecil dan kanker paru-paru bukan sel kecil. Penyebab kanker paru-paru termasuk merokok, perokok pasif, paparan racun tertentu, dan riwayat keluarga.

Gejala termasuk batuk (sering dengan darah), nyeri dada, napas berbunyi, dan penurunan berat badan. Gejala ini sering tidak muncul sampai kanker sudah pada tahapan lanjut.
Penanganan bervariasi namun mungkin mencakup operasi, kemoterapi, terapi radiasi, terapi obat yang ditargetkan, dan imunoterapi.

Polusi udara masih mengancam DKI Jakarta. Salah satu masalah yang ditakutkan oleh warga adalah penyakit yang ditimbulkannya.

Menurut Konsultan Onkologi Paru Rumah Sakit EMC Tangerang, Eddy Soeratman, polusi udara yang ada di Jakarta kebanyakan berasal dari gas buang kendaraan dan industri. Karbon monoksida yang dihasilkan dari gas tersebut, bisa bersifat karsinogen.

“Tapi karsinogen menginduksi seseorang untuk menjadi kanker jika terpapar berulang-ulang, ” kata Eddy usai seminar “Penatalaksanaan Kanker Secara Terpadu dalam Praktek Sehari-hari” yang diadakan RS EMC Tangerang.

Maka dari itu, untuk mengurangi dampak karsinogen dari polusi udara, yang harus dijalankan masyarakat adalah gaya hidup sehat dan bersih. Eddy mengatakan, pada orang yang tidak memiliki risiko tinggi kanker paru, pola hidup yang sehat mampu menjaga seseorang dari bahaya kanker akibat polusi.

sumber: liputan6.com

Facebook Comments