Jangan Main Saham, Sebelum Baca Ini

0
345
Kunjungan CEPA Konstruksi ke Atria Hotel Gading Serpong

Highlights:

·         WSKT: Waskita Bidik Rp 3 Triliun

·         Sektor Heavy Equipment: Emiten Alat Berat Fokus Jaga Laba

·         ELTY: Bakrieland and China Construction Jajaki Ekspansi USD 350 juta

·         Perbankan: Ratio NPL Kredit Modal Kerja Lebih Tinggi dari Kredit Keseluruhan

·         Sector CPO: 1H19, ekspor minyak sawit naik 10% yoy

·         ISAT: Pangkas Rugi di Akhir Juni

Bursa AS menghijau, IHSG Berpotensi Rebound Terbatas

Pada perdagangan semalam, bursa AS ditutup menguat, dengan indeks Dow naik +1.2%, S&P 500 +1.3% dan Nasdaq menguat +1.39%. Penguatan terjadi setelah pelemahan Yuan belum berlanjut setelah sehari sebelumnya jatuh ke level  7/USD. People’s Bank of China (PBoC) masih menetapkan nilai tukar yuan di level 6.9683/USD, menguat +1.03% dari sebelumnya 7.0458/USD yang membuat para investor sedikit lega China belum menggunakan mata uangnya sebagai senjata dalam menghadapi perang dagang dengan AS.

AS mengambil langkah untuk membuat laporan resmi ke IMF untuk memaksa China tidak kembali melemahkan mata uangnya yang membuat kompetisi dagang tidak adil. Sentimen positif lain adalah Penasehat Ekonomi AS, Larry Kudlow mengatakan AS masih ingin melanjutkan negosiasi dagang dengan mengundang tim negosiator China untuk datang ke AS di bulan September, dan membuka kemungkinan untuk memberi ruang pada pelonggaran bea impor produk China.

Dari bursa komoditas, hingga penutupan dagang semalam, harga minyak WTI turun -2.16%menjadi USD 53.46/barel, di tengah kekhawatiran China tidak lagi membeli banyak minyak dalam dolar dan dapat beralih ke minyak Iran yang sedang terkena sanksi oleh AS. Harga batu bara juga turun -1.23% menjadi USD 68.05/Mton, namun Emas masih naik +0.11% dan timah naik +1.39%.

Pagi ini pasar saham Asia bergerak mix, Nikkei diperdagangkan melemah -0.47% sedangkan Kospi naik +0.36%. Investor masih mencermati perkembangan dari pergerakan Yuan, sehingga masih berhati-hati melakukan perdagangan saham. Disisi lain, pasar dikhawatirkan dengan adanya peluncuran rudal oleh Korea Utara yang disebut sebagai peringatan kepada AS yang melakukan kerjasama militer dengan Korea Selatan. IHSG hari ini berpeluang rebound, namun terbatas dimana investor juga menunggu data cadangan devisa yang akan dirilis pada hari ini.

Related post:

Saat IHSG Tak Bersahabat, Apa Saja Saham Pilihan Broker?

IHSG Diprediksi Anjlok ke Level 6.100

Pasar Dibayangi Volatilitas, Saatnya Lirik Obligasi Tenor Panjang

________________________________________________________________________

Yuk ikut GOBAR CEPA:

BreakingNews: Monthly GOBAR CEPA (MGC) – 14 Agustus 2019

cepagram.com – the only one in the world of CEPA

Facebook Comments