Morning Economic CepagraM

0
163
Morning News

Berita Global

·      Pertumbuhan ekonomi Inggris melambat akibat Brexit. Pertumbuhan ekonomi Inggris tercatat mengalami kontraksi 0,1% (QoQ) dibandingkan triwulan pertama 2019 yang tumbuh sebesar 0,5% (QoQ). ( (Bloomberg)

·      Ekspor Jerman mengalami perlambatan. Ekonomi terbesar di Eropa tersebut tercatat mengalami ekspor yang kontraksi sebesar -0,1% (mom) di Juni lebih rendah dibandingkan Mei sebesar 1,3% (mom). Hal tersebut mendorong kekhawatiran perlambatan ekonomi Eropa di tengah perang dagang. (Kontan)

Berita Domestik

·         Defisit neraca berjalan Indonesia naik menjadi 3% terhadap PDB di triwulan kedua 2019 dari sebelumnya sebesar 2,6% di triwulan pertama. Penyebab kenaikan rasio CAD  tersebut didorong oleh pertumbuhan ekonomi triwulan kedua yang tidak sesuai dengan ekspektasi yang hanya tumbuh 5,05%. (Kontan)

·         BI meyakini CAD akan turun ke level 2,8% di sepanjang tahun 2019. faktor musiman berupa kebutuhan repatriasi dividen dan pembayaran bunga utang luar negeri juga meningkatkan defisit pendapatan primer di triwulan kedua. Di triwulan ketiga dan keempat defisit tersebut diperkirakan menurun. (Bisnis.com)

·         BI: Capital Inflow Tercatat Rp179,6 Triliun. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan aliran modal asing sebesar Rp179,6 triliun itu dengan rincian Rp113,7 triliun dari Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp65,9 triliun dari pasar saham. (Bisnis.com)

·         Pemerintah Kembali Kenakan Bea Masuk Anti Dumping Atas Produk China. Barang yang dimaksud adalah spin drawn yarn (SDY) yakni benang filamen sintetik yang tidak disiapkan untuk penjualan eceran dan termasuk monofilamen sintetik yang kurang dari 67 desiteks. (Bisnis.com)

Dollar Index melemah rupiah diperkirakan bergerak menguatDollar indeks diperkirakan melemah ke level 96.9-97,0 terhadap yen dan euro. Pelemahan dollar didorong oleh kekhawatiran investor akan pengenaan tarif baru barang China oleh AS di awal September yang menjadikan yen sebagai pilihan ditengah ketidakpastian akibat perang dagang. Rupiah diperkirakan akan menguat mengawali minggu ini didorong stabilnya yuan terhadap dollar yang stabil di level 7 yuan per dollar. Rupiah kemungkinan menguat di level Rp14.180/USD-Rp 14.200/USD. – samuel sekuritas

related post:

Anak Muda Ini Bisa Cuan Rp 1 M/Bulan, Emang Beli Saham Apa? – cnbcindonesia.com

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 12 Agustus 2019 – bisnis.com

Harga Emas Antam Naik jadi Rp 749.000 per Gram – liputan6.com

Awal Pekan, IHSG Dibuka Hijau di 6.306 – detik.com

________________________________________________________________________

cepagram.com – the only one in the world of CEPA

Facebook Comments