IHSG Rawan Terkena Aksi Profit Taking; Dollar Index melemah rupiah diperkirakan bergerak menguat

0
198
1944 photograph of screen beauty Maria Montez, in Universal Pictures’ south seas adventure film, Cobra Woman - @crytalroca

Berita Global

·      Lelah dengan aksi salto Trump, China siapkan rencana darurat hadapi yang terburuk. Tidak tidak percaya lagi dengan pernyataan Trump terkait perang dagang dan China bersiap dengan hasil terburuk dari perang dagang. (Kontan)

·      China: Belum mendengar ada kontak antara Tiongkok dan AS soal perang dagang. Kementerian Luar Negeri China menegaskan, mereka belum mendengar sama sekali, bahwa telah terjadi komunikasi melalui sambungan telepon baru-baru ini antara AS dan China terkait sengketa perdagangan. (Kontan)

Berita Domestik

·         Pemberian PMN sebesar Rp 1 triliun ke BUMN dinilai tidak efektif. Anggaran Rp 1 triliun sangat rendah apalagi untuk membantu menurunkan defisit neraca perdagangan. (Kontan)

·         DPR kritik tax ratio yang stagnan, simak pejelasan Sri Mulyani. Dalam upaya mencapai tax ratio sebesar 11,5% tahun depan, Sri Mulyani mengatakan, pemerintah berusaha menurunkan kesenjangan pajak (tax gap) baik dari sisi administrasi maupun regulasi. Penyederhanaan aturan serta peningkatan fasilitas diharapkan dapat menaikan basis pajak. (Kontan)

·         GAPPRI pesimistis prospek penjualan rokok, penerimaan cukai bisa terancam. Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) meramal volume penjualan rokok bakal melemah sampai akhir tahun 2019. Sehingga hal tersebut mampu mempengaruhi penerimaan Cukai Hasil Tembakau (CHT). (Kontan)

Dollar Index melemah rupiah diperkirakan bergerak menguatDollar indeks diperkirakan melemah ke level 97.9-98,0 terhadap yen dan euro. Pelemahan dollar didorong oleh rendahnya data CB consumer confidence di AS bulan Agustus sebesar 135.1 lebih rendah dibandingkan Juli 135.8. menurunnya indeks kepercayaan konsumen tersebut meningkatkan kekhawatiran investor akan prospek ekonomi AS di triwulan ketiga. Rupiah diperkirakan akan mengalami pelemahan terbatas hari ini lebih disebabkan karena pelemahan yuan yang masih terus berlangsung. Yuan bergerak melemah 0,1% ke level 7,16/dollar. Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.250/USD-Rp 14.270/USD.

Highlights:

·      ITMG: ITMG Tidak Akan Serap Seluruh Capex

·      BSDE: Terbitkan Obligasi, Moody’s Beri Rating Ba3 ke BSDE

·      PTBA: Bukit Asam Garap PLTU Senilai US$ 2,03 Miliar

·      GGRM: Tertolong rokok murah

·      WSBP: Pemindahan Ibu Kota, Kabar Baik bagi Waskita Precast

IHSG Rawan Terkena Aksi Profit Taking

Bursa saham AS semalam ditutup melemah, dimana Dow turun -0.47%, S&P 500 turun -0.32% dan Nasdaq melemah -0.34%. Pelemahan terjadi setelah kekhawatiran akan resesi kembali muncul setelah kembali munculnya inversi pada yield obligasi AS. Spread yield obligasi AS antara tenor 2 tahun dan 10 tahun menjadi -5 bps pada perdagangan semalam, yang menjadi level terendah sejak 2007. Inversi tersebut disinyalir merupakan sinyal dari terjadinya resesi di AS di masa depan. Disisi lain, indeks VIX yang menjadi indikator volatilitas bursa AS kembali naik +5.12% menjadi 20.31.

Selain itu, pasar juga mendapat sentimen negatif dari eskalasi perang dagang, dimana pihak China menegaskan tidak pernah melakukan perbincangan melalui sambungan telepon yang dikemukakan oleh Presiden AS, Donald Trump. Selain itu, pihak China juga menyatakan bahwa peningkatan tarif ekspor China ke AS adalah berbahaya bagi kedua belah pihak dan tidak konstriktif.

Dari bursa komoditas, harga minyak Brent naik +0.64% dan WTI naik +1.02%. Kenaikan harga minyak dipicu ekspektasi penurunan inventori minyak AS sebesar 2 juta barrel. Meski demikian, harga minyak tidak naik terlalu tinggi dikarenakan masih adanya kekhawatiran akan resesi AS dan perang dagang antara AS dan China.

Pagi ini indeks Nikkei dibuka flat -0.02% dan KOSPI naik +0.34%. Maraknya sentimen negatif membuat kami memprediksi IHSG hari ini diperkirakan akan rawan terkena aksi profit taking.

Baca juga ini:

Stok AS Anjlok, Harga Minyak Mentah Melonjak

APBN Tak Akan Sanggup Danai Pemindahan Ibu kota Baru

90% Tanah Ibu Kota Baru Dikuasai Negara, Selamat Tinggal Spekulan!

Facebook Comments
banner-01