|InfoSaham| Pengetahuan Dasar Tentang Saham

0
6

Investasi Saham, Bisa Untung Bisa Rugi!

Berikut adalah adalah pengetahuan dasar mengenai saham yang perlu kamu ketahui. Pengetahuan dasar saham pada tulisan ini meliputi definisi saham, bagaimana saham dapat diperjual belikan dan apa keuntungan dan resiko investasi saham.

Saham adalah bukti kepemilikan seseorang atau lembaga terhadap suatu perusahaan. Jadi jika kamu merupakan pemilik saham dari suatu perusahaan, kamu memiliki sebagian keuntungan dan kerugian yang dimiliki oleh perusahaan tersebut . Unit kepemilikan saham didefinisikan sebagai lembar saham.

Apa yang dimaksud dengan lembar saham?

Jumlah lembar saham keseluruhan dari suatu perusahaan didefinisikan sebagai Shares Outstanding. Sebagai contoh dari data diatas, Seluruh kepemilikan saham Unilever (UNVR) memiliki total lembar saham sebesar 7.630 juta lembar saham. Sehingga apabila kamu memiliki 1 juta lembar lembar saham, kamu berarti merupakan pemilik perusahaan Unilever sebesar 0.13 %.

Bagaimana perusahaan bisa menjual saham?

Sebuah perusahaan akan menjual sebagian sahamnya kepada investor melalui mekanisme privat maupun publik. Penjualan secara publik inilah yang bisa kamu manfaatkan untuk dapat kamu miliki saham sebuah perusahaan.

Mekanisme penjualan publik diawali proses Initial Public Offering (IPO). IPO adalah proses sebuah perusahaan menjual kepemilikan sahamnya ke publik melalui lembaga penjamin sebagai perantara penjualannya. Saham yang dilepas di IPO kemudian dapat diperjualbelikan melalui pasar saham.

Bagaimana harga sebuah saham tercipta?

Harga dari suatu saham tercipta akibat adanya proses jual beli dari pemilik saham yang ingin menjual sahamnya kepada pembeli yang ingin memiliki saham perusahaan tersebut.

Melihat pergerakan harga saham BRI (BBRI) seperti gambar diatas, kamu mengajukan tawaran pembelian (Bid) sebesar Rp 3,770 per lembar sahamnya. Kemudian pada saat yang bersamaan, Saya ingin menawarkan penjualan (Offer) saham BRI yang saya miliki sebesar Rp 3,780 per lembarnya.

Transaksi tersebut baru akan terjadi apabila saya menurunkan Offer saya menjadi Rp 3,770 sesuai dengan Bid yang kamu ajukan. Atau sebaliknya, kamu menaikkan Bid kamu menjadi Rp 3,780 sesuai dengan Offer yang saya tawarkan.

Setelah kamu mengetahui apa itu saham dan bagaimana saham itu dapat berpindah tangan, Kamu harus mengetahui apa manfaat dan resiko menjadi seorang investor saham?

Potensi Keuntungan Investasi Saham

Keuntungan yang akan kamu dapat sebagai investor ada dua yaitu Dividen dan Capital Gain.

Dividen

Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham perusahaan tersebut. Pembagian deviden dapat dibagikan melalui dua cara yaitu secara tunai dan penambahan kepemilikan lembar saham. Periode pembagiannya pun beragam waktunya. Ada perusahaan yang membagikan dividennya secara tahunan, 6 bulanan, 3 bulanan ataupun bulanan. Hanya saja di Indonesia, perusahaan akan membagikan dividen dari keuntungannya pada setiap akhir tahun tutup buka perusahaan tersebut.

Contoh pembagian dividen secara tunai adalah sebagi berikut. Kamu memiliki saham United Tractor (UNTR) sebanyak 10 ribu lembar saham. UNTR membagikan dividennya sebesar Rp 365 per lembar sahamnya pada tahun 2018. Sehingga 10 ribu saham yang kamu miliki akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 3,650,000 pada tahun 2018 tersebut.

Contoh pembagian dividen melalui penambahan lembar saham yang kamu miliki. Misalkan sesuai ilustrasi diatas, UNTR memutuskan untuk melakukan pembagian 100 lembar saham kepada setiap pemegang sahamnya. Sehingga 10 ribu lembar saham UNTR yang kamu miliki sebelumnya akan berubah menjadi 10.100 lembar setelah pembagian dividen tersebut.

Capital Gain

Keuntungan kedua adalah adanya kenaikan nilai per lembar sahamnya sesuai dengan kinerja dari perusahaan tersebut. Sebagai contoh, kamu membeli saham BCA (BBCA) pada tahun 2010 seharga Rp 10.000 per lembar sahamnya. Kemudian pada tahun 2019, harga per lembar saham BBCA diperdagangkan pada harga Rp 27,475 per lembar saham. Sehingga selama 9 tahun, kamu memiliki keuntungan sebesar Rp 17,475 per lembar. Jika kamu membeli 100 lembar saham BBCA pada tahun 2010 dengan nilai pembelian Rp 1.000.000, maka aset yang kamu miliki pada tahun 2019 akan bertambah menjadi Rp 2.747.500 atau mengalami kenaikan sebesar 174.75 % selama 9 tahun.

Potensi Kerugian Investasi Saham

Selain potensi keuntungan diatas, kamu juga harus mengetahui apa saja resiko yang akan kamu hadapi sebagai investor saham. Resiko yang pertama adalah capital loss yaitu kondisi dimana harga saham yang kamu miliki mengalami penurunan harga.

Grafik diatas memperlihatkan pergerakan saham PT Bukit Asam (PTBA) yang mengalami capital loss dari tahun 2011 sampai tahun 2015. Jika kamu memiliki saham PTBA pada tahun 2011 seharga Rp 5.000 per lembarnya, maka ketika tahun 2015 saham yang kamu miliki hanya memiliki nilai seharga Rp 1.000 “Jika kamu menjual saham tersebut”.

Potensi kerugian lainnya adalah apabila perusahaan yang kamu miliki sahamnya mengalami kebangkrutan atau likuidasi. Sebagai contoh, pada tahun 2005 Bank Global yang telah berada di bursa mengalami likuidasi. Jika kamu memiliki saham Bank Global tersebut, maka uang yang kamu investasikan pada saham Bank Global akan hilang akibat proses likuidasi yang terjadi pada Bank Global.

Definisi, bagaimana transaksi saham berjalan, potensi keuntungan dan risiko investasi saham adalah pengetahuan dasar saham yang perlu kamu ketahui. Setelah kamu membaca tulisan mengenai pengetahuan dasar diatas, apakah masih ada beberapa pertanyaan ya kamu miliki terkait hal tersebut? Silakan untuk menuliskan pertanyaan tersebut di kolom komen ya!

sumber: temanfinansial.id

Facebook Comments