Major Issues During Pile Foundation Construction – Masalah Utama dalam Konstruksi Tiang Pancang

0
327

Major Issues During Pile Foundation ConstructionMasalah Utama dalam Konstruksi Tiang Pancang

 

https://theconstructor.org

 

There are several issues that may be encountered during pile foundation construction. These problems will cause deficiency in the capacity of the pile unless they tackled properly. These pile construction problems and with their causes and required measure to prevent them are discussed in the following sections.

Issues During Pile Foundation Construction

Major Issues During Pile Foundation Construction

Probable Piling problems are classified as follows:

  1. Pile formation problems
  2. Concrete faults
  3. Reinforcement installation issues
  4. Working load faults

1. Pile Formation Problems

1.1 Concrete or Permanent Steel Casing Deterioration

Concrete or permanent steel casing may be damaged due to driving piles forcefully over obstruction or driven mandrel is out of plumb. Another problem that concrete or permanent steel casing may suffer from is their initial defection. This problem can be prevented by supervising casing installation and inspect the work before concrete placement. Finally, if this problem occurs, the pile should be withdrawn and reinstall it properly.

Driven of Shell and Mandrel

Driven of Shell and Mandrel

1.2 Collapse of Pile Sides

If casing is not provided, pile sides would collapse in soft and loose soil. This problem can be observed and solved supervisor. The solution is to install casing.

1.3 Excessive Water in Pile

Groundwater flow into the construction site is the cause of excessive water in pile. Utilization of steel casing or bentonite would eliminate this problem.

1.4 Lateral Movement and Uplift of Adjacent Pile While Pile Casings are Driven

It is caused by displacement and heave around pile installation location. Such movements can be observed through checking plan position and level of neighboring piles. Engineer shall decide on the technique used to solve lateral movement and uplift of adjacent piles.

1.5 Settlement of Adjacent Structures or Adjacent Ground

Adjacent settlement is caused by vibrations in sandy soil during driving piles. Sinking holes of bored piles in soft clay of water bearing sand is another cause of adjacent settlement of buildings. Such problem can be noticed by checking level of buildings or ground before and during pile construction. Lastly adjacent ground or structural settlement may be declined or minimized by keeping head of water in the casing during boring piles. Added to that, site engineer may select suitable solution for the problem.

2. Concrete Faults

Pile construction problems due to concrete faults involve:

2.1 Inadequate Concrete Strength

Insufficient strength is due to poor mix design or concreting operation. Commonly, cylinder or cubic concrete samples are taken from each mix and tested to find out concrete strength. This issue is solved through proper mix design with appropriate workability and practice good quality control during concreting.

2.2 Voids in Concrete Pile

Voids may be formed due to improper compaction of concrete in piles with no casing or with casings that is not pulled up after construction is completed. In this case, the construction shall be monitored properly to ensure sufficient compaction of concrete using suitable techniques. Moreover, if casings are withdrawn, then the withdrawal of casing may lead to create voids in concrete. Voids can be prevented in this case by cleaning casings and guarantee that sufficient concrete volume is poured.

3. Reinforcement Installation Issues

Steel bars are likely to move laterally or being dragged down during compaction. There are number of reasons that led to reinforcement disposition for example improper placement of spacers, careless techniques, and defective anchorage of steels in some pile types. It is required to check steel cage during fabrication in accordance with specifications and monitor installation process to prevent such issue. Lastly, pile steel cages shall be supported firmly at the bottom and spacers need to be provided in accordance with applicable codes.

4. Working Load Faults

Piles may suffer damages due to testing loads or permanent working loads. In the following sections, working load faults will be classified based on the type of construction methods used.

  • Driven pile working load faults
  • Working load faults in bored piles
  • Working load faults in mechanically augured piles

4.1 Driven Pile Working Load Faults

There are number of factors that make the driven pile to suffer deterioration and damages under working loads. For example, improper concrete placement method that used for concrete in the core of driven shaft, lifting of pile due to ground heave, inadequate concrete in bulb for bulb ended; bored; and driven pile, wrong space employed, and insufficient driven resistance. These detrimental factors may be eliminated by checking volume of concrete placed, hammer drop and blows per miter, designated spacer type, and clear method of construction.

4.2 Working Load Faults in Bored Piles

Factors that lead to bored pile damages under working load include weakening of ground around the pile due to wrong pile boring technique, insufficient concrete cover due to steel cage displacement, poor execution of concrete placement, and inadequate depth with respect to the soil or rock properties encountered. To ensure that sufficient depth is provided, it is required to check the consistency of spoil. Additionally, it is required to practice great cautions during boring and concrete placement to prevent undesired consequences of these operations.

4.3 Working Load Faults in Mechanically Augured Piles

Factors that may lead to mechanically augured pile failure under working load include:

  • Inadequate diameter to under reamed base. This could be prevented through continuous noticing of major drilling and under reamed machines are working as checked above the ground.
  • In adequate depth with regard to encountered soil properties. it is recommended to monitor spoil during boring.
  • Using improper technique for concrete placement
  • Insufficient concrete cover
  • Ground around shaft or beneath base weakened due to improper boring technique.

 

Terjemahan bebas:

 

Masalah Utama dalam Konstruksi Tiang Pancang

https://theconstructor.org

 

 
Ada beberapa masalah yang mungkin dihadapi selama konstruksi pondasi tiang pancang.

Masalah-masalah ini akan menyebabkan penurunan kapasitas tiang pancang jika tidak ditangani dengan baik.

Kita akan masalah konstruksi tiang pancang ini dan penyebabnya serta tindakan yang diperlukan untuk mencegahnya.
Masalah Selama Konstruksi Pondasi Tiang
Masalah Utama Selama Konstruksi Pondasi Tiang

Kemungkinan Masalah yang timbul pada Piling diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Masalah pembentukan tumpukan
  2. Kesalahan beton
  3. Masalah pemasangan tulangan
  4. Kesalahan beban kerja

1. Masalah Pembentukan Tiang Pancang
1.1 Kerusakan Casing Beton atau Baja Permanen
Beton atau selubung baja permanen dapat rusak karena tiang pancang yang dipancangkan dengan kuat di atas penghalang atau mandrel yang digerakkan keluar dari tiang. Masalah lain yang mungkin diderita oleh selubung beton atau baja permanen adalah pembelotan awal mereka. Masalah ini dapat dicegah dengan mengawasi pemasangan casing dan memeriksa pekerjaan sebelum pengecoran beton. Terakhir, jika masalah ini terjadi, tiang pancang harus ditarik dan dipasang kembali dengan benar.

Driven of Shell and Mandrel

 

 

 

 

Didorong dari Shell dan Mandrel

1.2 Runtuhnya Sisi Tiang Pancang
Jika selubung tidak disediakan, sisi tiang akan runtuh di tanah yang lunak dan gembur. Masalah ini dapat diamati dan diselesaikan supervisor. Solusinya adalah dengan memasang casing.

 

1.3 Air Berlebihan di Tiang Pancang
Aliran air tanah yang masuk ke lokasi konstruksi merupakan penyebab terjadinya kelebihan air pada tiang pancang. Pemanfaatan casing baja atau bentonit akan menghilangkan masalah ini.

 

1.4 Gerakan Lateral dan Pengangkatan Tiang yang Berdekatan Saat Selubung Tiang Didorong
Hal ini disebabkan adanya displacement dan heave di sekitar lokasi pemasangan tiang pancang. Pergerakan tersebut dapat diamati melalui pemeriksaan posisi rencana dan tingkat tumpukan tetangga. Insinyur harus memutuskan teknik yang digunakan untuk mengatasi gerakan lateral dan pengangkatan tiang yang berdekatan.

1.5 Penyelesaian Struktur Berdampingan atau Tanah Berdampingan
Penurunan yang berdekatan disebabkan oleh getaran di tanah berpasir selama pemancangan tiang pancang. Lubang tenggelamnya tiang bor di tanah liat lunak dari pasir yang mengandung air adalah penyebab lain dari penurunan bangunan yang berdekatan. Masalah tersebut dapat diketahui dengan memeriksa tingkat bangunan atau tanah sebelum dan selama konstruksi tiang pancang. Terakhir, penurunan tanah atau struktural yang berdekatan dapat dikurangi atau diminimalkan dengan menjaga ketinggian air di dalam selubung selama tiang bor. Selain itu, site engineer dapat memilih solusi yang sesuai untuk masalah tersebut.

2. Kesalahan Beton
Masalah konstruksi tiang karena kesalahan beton meliputi:

2.1 Kekuatan Beton Tidak Memadai
Kekuatan yang tidak mencukupi disebabkan oleh desain campuran yang buruk atau operasi beton. Umumnya, sampel beton silinder atau kubik diambil dari setiap campuran dan diuji untuk mengetahui kekuatan beton. Masalah ini diselesaikan melalui desain campuran yang tepat dengan kemampuan kerja yang sesuai dan praktik kontrol kualitas yang baik selama beton.

2.2 Rongga pada Tiang Beton

Rongga dapat terbentuk karena pemadatan beton yang tidak tepat pada tiang pancang tanpa selubung atau dengan selubung yang tidak ditarik setelah konstruksi selesai. Dalam hal ini, konstruksi harus dipantau dengan baik untuk memastikan pemadatan beton yang cukup dengan menggunakan teknik yang sesuai. Selain itu, jika selubung ditarik, maka penarikan selubung dapat menyebabkan rongga pada beton. Kekosongan dapat dicegah dalam hal ini dengan membersihkan selubung dan menjamin volume beton yang cukup dituangkan.

3. Masalah Pemasangan Penguatan

Batang baja cenderung bergerak ke samping atau terseret ke bawah selama pemadatan. Ada beberapa alasan yang menyebabkan disposisi tulangan misalnya penempatan spacer yang tidak tepat, teknik yang ceroboh, dan pengangkuran baja yang rusak pada beberapa jenis tiang pancang. Diperlukan untuk memeriksa sangkar baja selama fabrikasi sesuai dengan spesifikasi dan memantau proses pemasangan untuk mencegah masalah tersebut. Terakhir, sangkar baja tiang pancang harus ditopang dengan kuat di bagian bawah dan spacer harus disediakan sesuai dengan kode yang berlaku.

4. Kesalahan Beban Kerja

Tiang pancang dapat mengalami kerusakan karena beban pengujian atau beban kerja permanen. Pada bagian berikut, kesalahan beban kerja akan diklasifikasikan berdasarkan jenis metode konstruksi yang digunakan.

  1. Kesalahan beban kerja tiang pancang
  2. Kesalahan beban kerja di tiang bor
  3. Kesalahan beban kerja pada tiang yang dibuat secara mekanis

 
4.1 Kesalahan Beban Kerja Tiang Didorong
Ada beberapa faktor yang menyebabkan tiang pancang mengalami deteriorasi dan kerusakan akibat beban kerja. Misalnya, metode penempatan beton yang tidak tepat yang digunakan untuk beton di inti poros yang digerakkan, pengangkatan tiang karena pengangkatan tanah, beton yang tidak memadai di bola lampu untuk ujung bohlam; bosan; dan tiang pancang, ruang yang digunakan salah, dan hambatan penggerak yang tidak memadai. Faktor-faktor yang merugikan ini dapat dihilangkan dengan memeriksa volume beton yang ditempatkan, palu jatuh dan pukulan per mitra, ruang yang ditentukan er jenis, dan metode konstruksi yang jelas.

4.2 Kesalahan Beban Kerja pada Tiang yang dibor
Faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan tiang bor di bawah beban kerja termasuk melemahnya tanah di sekitar tiang karena teknik pengeboran tiang yang salah, penutup beton yang tidak mencukupi karena perpindahan sangkar baja, pelaksanaan penempatan beton yang buruk, dan kedalaman yang tidak memadai sehubungan dengan sifat tanah atau batuan. ditemui. Untuk memastikan bahwa kedalaman yang cukup disediakan, diperlukan untuk memeriksa konsistensi kerusakan. Selain itu, diperlukan kehati-hatian yang tinggi selama pengecoran dan penempatan beton untuk mencegah konsekuensi yang tidak diinginkan dari operasi ini.

4.3 Kesalahan Beban Kerja pada Tumpukan yang Diperkuat Secara Mekanis

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan keruntuhan tiang yang diperkirakan secara mekanis di bawah beban kerja meliputi:

  1. Diameter tidak memadai untuk di bawah dasar reamed. Hal ini dapat dicegah dengan terus memperhatikan pengeboran besar dan mesin di bawah reamed bekerja seperti yang diperiksa di atas tanah.
  2. Dalam kedalaman yang memadai berkaitan dengan sifat-sifat tanah yang dihadapi. dianjurkan untuk memantau kerusakan selama membosankan.
  3. Menggunakan teknik yang tidak tepat untuk penempatan beton.
  4. Penutup beton tidak cukup.
  5. Tanah di sekitar poros atau di bawah alas melemah karena teknik pengeboran yang tidak tepat.

 

Tulisan dan pelatihan terkait:

PSM WEBINAR – Bedah Endosemen MR 120 – VRWS, MR 1203 Liability upon VRWS dan RIBA Clause 19.2.A dalam asuransi CAR – Selasa 29 Desember 2020 – 14:00 s/d 16:00

 

PSM WEBINAR – Bedah Endosemen MR 120 – VRWS, MR 1203 Liability upon VRWS dan RIBA Clause 19.2.A dalam asuransi CAR – Rabu 16 Desember 2020 – 14:00 s/d 16:00

In House WDA Training for MAG – Klausul Faulty Design dalam asuransi CAR MR Wording – MR, LEG dan DE – Selasa 28 Juli 2020 | 0900 – 1200

Facebook Comments