Belum Diresmikan, Jembatan Senilai Rp 10 Miliar di Sukoharjo Ambruk, 2 Pekerja Terluka – Apakah dapat diasuransikan?

0
1453

Belum Diresmikan, Jembatan Senilai Rp 10 Miliar di Sukoharjo Ambruk, 2 Pekerja Terluka

TribunSolo.com/Istimewa
Jembatan Gantung Tambakboyo di Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo ambruk, Jumat (31/12/2021).

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNNEWS.COM – Jembatan senilai Rp 10,8 miliar di Sukoharjo, Jawa Tengah ambruk.

Padahal, jembatan itu belum diresmikan.

Bahkan, proses pengerjaannya belum sepenuhnya selesai.

Adapun lokasi tepatnya jembatan itu berada di Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.

Menurut warga kejadian ambruknya jembatan itu terjadi sangat cepat.

Warga sekitar menyaksikan detik-detik ambruknya jembatan di atas Bengawan Solo itu, Jumat (31/12/2021).

Suharni (45) pemilik warung di sekitar jembatan mengaku, peristiwa tersebut terjadi sangat cepat.

Saat itu sekitar pukul 09.30 WIB dia sedang sibuk melakukan pekerjaan di warung miliknya.

“Suaranya sangat keras, gemuruh. Terlebih gesekan baja-baja itu suaranya keras sekali dan jembatan langsung jatuh ke Bengawan Solo,” terang dia kepada TribunSolo.com.

Dia mengaku, seketika saat itu juga langsung menjerit dan teringat bahwa jembatan tersebut sedang dikerjakan oleh beberapa pekerja.

Setidaknya, ada lima orang pekerja yang saat itu sedang mengerjakan jembatan tersebut.

Atas kejadian itu ada dua korban yang mengalami luka.

Bahkan, ada satu pekerja yang mengalami patah tulang.

Menurut informasi yang diterima oleh Suharni, korban tersebut dilarikan ke Rumah Sakit di Kartasura.

“Pekerja itu kan sedang merampungkan ya, kan belum selesai 100 persen. Jadi yang benar itu bukan putus (talinya). Tapi saat sedang disetel, tiba-tiba terlepas,” kata Suharni.

Meskipun begitu, dia memastikan bahwa saat itu tidak ada pekerja ataupun masyarakat yang berada di badan jembatan gantung yang konstruksinya dari baja itu.

“Cuma lima pekerja itu, jadi saat akan dikerjakan memang ditutup semua aksesnya. Tapi ya sudah bisa dilewati,” imbuhnya.

Atas peristiwa itu, jembatan tersebut, kata dia, langsung ramai diserbu masyarakat.

Bahkan banyak masyarakat luar daerah yang penasaran dan ingin menyaksikan langsung.

“Tidak ada kejadian seperti ini saja setiap sore pasti rame masyarakat yang ingin melihat, apalagi tadi ada musibah seperti ini,” ujarnya.

Disisi lain, sejumlah masyarakat yang tidak mau disebutkan identitasnya menuturkan, kejadian tersebut diperkirakan merupakan human error.

Sebab, bahan konstruksi yang digunakan tak ada masalah, artinya dalam kondisi baik. Hanya saja saat ini beberapa sudah mengalami kerusakan karena peristiwa itu.

“Mungkin pas pengerjaannya yang salah, tapi namanya juga musibah ya tidak bisa dihindari. Yang jelas, tadi sedang disetel (talinya) kemudian terlepas, bukan putus talinya,” ujar dia.

 

Kontraktor Wajib Mengganti!

Jembatan impian warga Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo porak-poranda, Jumat (31/12/2021).

Akibatnya jembatan di atas Bengawan Solo itu ambrol, padahal saat ini masih proses akhir pembangunan senilai Rp 10,8 miliar tersebut.

Jembatan selebar 1,8 meter dan panjang 200 meter tersebut menghubungkan Kadus 1 dan Kadus 2 Desa Tembakboyo.

Namun sebelum diresmikan, jembatan itu sudah ambrol saat proses pengerjaan.

Kabid Bina Marga DPU PR Sukoharjo, Suyadi mengatakan, jembatan ambrol sekira pukul 09.30 WIB.

“Hari ini tadi, saat akan mengencangkan seling jembatan. Tapi kawat seling terlepas, sehingga jembatan jatuh ke sungai,” katanya kepada TribunSolo.com.

Dia mengatakan, pembangunan jembatan sudah ada adendum yang ditandatangani pada tanggal 28 Desember 2021 lalu.

Sehingga perbaikan jembatan belum diserahkan kepada Penjabat Pembuat Komitmen.

“Itu masih jadi tanggungjawab rekanan (kontraktor), rekanan juga sudah bersedia menyelesaikan,” ujarnya.

“Nanti akan dibongkar dulu, lalu dipasang lagi, tanpa ada tambahan anggaran,” imbuhnya.

Beruntung, saat kejadian para pekerja sudah berada di bantaran sungai Bengawan Solo, sehingga tidak menimbulkan korban.

Kendati demikian, warga Tambakboyo harus bersabar untuk bisa mengakses jembatan tersebut.Kadus 1 merupakan jantung wilayah pemerintahan Tambakboyo, yang terdiri dari 12 RT dan 3 RW dengan jumlah penduduk sekitar 3.200 jiwa.

Sedangkan Kadus 2 terdiri dari 11 RT dan 4 RW dengan jumlah penduduk sekitar 1.700 jiwa.

Namun minimnya akses jalan penghubung antara Kadus 1 dan Kadus 2, membuat masyarakat harus memutar jauh agar bisa menyebrang.

Solusi Asuransi

LPMA Trisakti – Bedah Polis Asuransi CAR – Contractors’ All Risks – 22 Juli 2021

 

 

 

Facebook Comments