IHSG Berpeluang Rebound

0
61

Highlights

·   BBRI : Obligasi BBRI oversubscribed 1,38x dengan permintaan masuk Rp 6,9T

·   Sektor Metal : Larangan Ekspor Bijih Nikel Dicabut

·   EXCL : Lelang 3.300 Menara Telekomunikasi

IHSG Berpeluang Rebound

Juru bicara Kementerian Perdagangan China, Gao Feng, memberikan pernyataan terkait telah dilakukannya diskusi dan negosiasi dalam dua minggu terakhir antara China dan AS terkait penetapan tariff. Gao Feng menambahkan, adanya kesepakatan untuk mencabut tarif perdagangan dalam beberapa fase. Penasehat ekonomi AS, Larry Kudlow mengkonfirmasi terkait adanya negosiasi awal, dan apabila telah mencapai fase pertama, akan terdapat kesepakatan tarif dan konsesi. Pasar saham AS kompak ditutup menguat, S&P 500 naik +0,27%, Dow Jones naik +0,66% dan Nasdaq +0,28%. Membaiknya sentimen ekonomi kedepan AS juga terus membuat yield 10Y US Treasury kembali naik +9 bps hingga menyentuh 1,92%, sementara Gold (Comex) diperdagangkan di level USD 1469,60 /troy oz.

Di Inggris, BoE mempertahankan suku bunga di level 0,75% (prev: 0,75%; cons: 0,75%) sesuai ekspektasi pasar, turut juga mempertimbangkan risiko dari no-deal Brexit yang turun belakangan ini, memberi outlook lebih baik untuk bisnis dan konsumsi rumah tangga. Namun beberapa ahli ekonomi berpendapat, BoE berpotensi menurunkan suku bunga tahun depan, seiring perlambatan ekonomi global.

IHSG kembali ditutup melemah kemarin, turun -0,84% ke level 6.165,6 dimana net sell investor Asing tercatat Rp1,35 triliun. Pagi ini bursa Regional dibuka mix, dimana Nikkei naik +0,6%, Hang Seng naik +0,57%, Kospi turun -0,15%. Sedangkan EIDO semalam turun -1,03%. IHSG hari ini berpeluang rebound.

Baca juga:

Imunitas Ekonomi Indonesia Bertambah

Facebook Comments