Adanya Penundaan Perjanjian Dagang AS-China, IHSG Rawan Kembali Terkoreksi

0
209

Highlights

· JSMR : KIK Dinfra Kedua Jasa Marga Targetkan Dana Rp 500 miliar

· BBCA : Akuisisi bank kedua, BBCA siapkan Rp 1 triliun

· WIKA : Teken Kontrak 50 Juta Euro di Senegal

Adanya Penundaan Perjanjian Dagang AS-China, IHSG Rawan Kembali Terkoreksi

Bursa saham AS ditutup melemah cukup tajam pada penutupan perdagangan semalam. Dow turun -1,01%, S&P 500 -0,66% serta Nasdaq turun -0,55%. Pelemahan terjadi setelah para pelaku pasar semakin pesimis akan perkembangan negosiasi dagang fase 1 antara AS dan China. Presiden Donald Trump dalam tanya jawab dengan wartawan mengatakan perdamaian perang dagang mungkin tidak akan tercapai pada tahun 2019 ini. Donald Trump menegaskan dirinya tidak memberi tenggat waktu kapan masalah perang dagang akan berakhir. Meski demikian, Presiden AS tersebut menyatakan mungkin China harus menunggu hingga Pemilu Presiden AS dilaksanakan pada bulan November 2020 mendatang.

Sebelumnya AS juga telah menjatuhkan sanksi kenaikan tarif dagang pada Prancis, Argentina dan Brasil yang merupakan sekutu AS. Hal ini cukup mengejutkan bagi investor dan membuat naiknya kekhawatiran akan konflik dagang semakin memburuk.

Dari pasar komoditas, harga emas naik +1,12% ke level USD 1.478,72 / troy ounce. Kenaikan terjadi setelah adanya indikasi penundaan perjanjian dagang AS dan China.

Pagi ini indeks Nikkei dibuka turun -1,14% serta Kospi melemah -0,71%. Kami memperkirakan IHSG akan kembali tertekan pada perdagangan hari ini mengikuti pergerakan bursa global.

Facebook Comments
banner-corona