Usulan Alternatif Jalan Keluar Penyelesaian Klaim AJB Bumiputera 1912

0
338

Usulan Alternatif Jalan Keluar Penyelesaian Klaim AJB Bumiputera 1912

oleh:

Russel Effandy

Karyawan menawarkan produk Asuransi Bumiputera di Jakarta. Bisnis - Abdullah Azzam

Latar Belakang

Sekitar 16 tahun Sebelum Hijrah (606 M), saat kaum Quraisy sedang melakukan pemugaran Ka’bah, hampir terjadi pertumpahan darah antara keempat suku yang ada di suku Quraisy.

Akar permasalahannya bermula dari perselisihan tentang siapa yang paling berhak untuk mengangkat dan menempatkan Hajar Aswad setelah restorasi selesai.

Dalam situasi genting ini, salah seorang pemimpin suku Abu Umayyah bin Mughirah menyarankan agar urusan ini diserahkan kepada orang pertama yang masuk ke dalam kompleks Masjidil Haram. Usulan itu diterima oleh kepala suku yang berselisih itu.

Keesokan harinya, yang pertama masuk adalah Muhammad bin Abdullah (35 tahun) sebelum diangkat menjadi rasul. Muhammad yang saat itu bergelar al-amin dipercaya dengan masalah ini.

Muhammad bin Abdullah lalu melangkah menuju tempat penyimpanan Hajar Aswad, membentangkan turbannya, dan meletakkan batu itu di tengah serban. Ia kemudian memerintahkan perwakilan dari masing-masing suku untuk memegang ujung serban dan mengangkat Hajar Aswad untuk mendekati Ka’bah. Setelah itu, Muhammad kembali meletakkannya di tempatnya semula di sudut Ka’bah. Dengan cara ini, perselisihan antar suku di suku Quraisy bisa diselesaikan.

Image result for kisah muhammad dan hajar aswad

 

Hikmah

Apakah pelajaran yang bisa diambil dari kisah Rasulullah ini? Tentu saja banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dari peristiwa tersebut. Dan penulis berusaha menyarikannya dalam 2(dua) hal sederhana sbb.:

  1. Dalam setiap masalah, kehadiran kita sebaiknya menghadirkan solusi, bukan masalah baru
  2. Solusi akan menjadi solutif* jika mewakili kepentingan setiap kelompok dalam komunitas

Solusi sesaat yang ditawarkan Rasulullah dalam kisah di atas menjadi solutif karena mewakili 4(empat) kelompok yang ada dalam komunitas di dalam kota Makkah saat ini.

Image result for masalah bumiputera

 

Masalah AJB Bumiputera

Banyak kisah yang dapat kita dapatkan dari internet, media sosial dan lain-lain terkait AJB Bumiputera dan masalahnya.

Namun dengan prinsip menghargai segala hal yang sudah dikerjakan oleh manajemen terdahulu, kita coba sederhanakan dengan mengambil rentang waktu sejak awal tahun 2020 yang lalu sampai sekarang awal tahun 2021. Dan penulis mencoba mengerucutkan masalah utamanya adalah sbb.:

Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (AJBB) 1912 saat ini sedang berjibaku menyelesaikan tunggakan klaim tahun 2020 senilai Rp 5,3 triliun dari sebanyak 365.000 pemegang polis di seluruh Indonesia.

Direktur Utama AJBB pada periode awal tahun 2020 sampai dengan Desember 2020, Faizal Karim mengakui, kondisi yang mendera perseroan sangat, sangatlah berat. Sejumlah jurus sedang disiapkannya, mulai dengan mengoptimalisasi aset properti milik perseroan yang dikelola ke produk-produk pasar modal seperti Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (EBA), KIK DINFRA dari aset perseroan yang nilainya mencapai hampir Rp 7 triliun.

Saat ini PLT AJBB dipimpin oleh Zainal Abidin yang sesuai dengan Sidang luar biasa BPA pada tanggal 23 Desember 2020 turut mengangkat sementara Zainal sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama dan Direktur Pemasaran Bumiputera, serta Erwin selaku Pelaksana Tugas Direktur Keuangan dan Investasi, serta Direktur Teknik.

 

 

Usulan Solusi

Dengan cara mengerucutkan masalah pada penyelesaian klaim di atas yang totalnya senilai Rp; 5,3 triliun, maka penulis mengusulkan solusi sederhana yang solutif dengan 2(dua) kata kunci:

  1. Robotik
  2. Transparan

Image result for robotics icon

Robotik

Dari KBBI, robotik adalah:

  1. berkenaan dengan robot mekanis: perusahaan itu menciptakan teknologi — khusus untuk difabel yang tidak memiliki lengan atau kaki
  2. menyerupai fungsi robot: seniman itu menampilkan perpaduan gerak — dan gamelan

Dari kata robotik di atas, penulis ingin menekankan pada sifat mekanisasi dari mekanisme pelaksanaan solusi yang disepakati. Artinya pemanfaatan kebijaksanaan dari keputusan manajemen sebatas pada penetapan aturan dan mekanisme. Selanjutnya, system yang bersifat robotik berjalan.

Image result for transparnt icon

Transparan

 

Kembali dari KBBI, dengan maksud menyegarkan kembali tafsir kata ini, transparan adalah:

  1. tembus cahaya; tembus pandang; bening (tentang kaca): gaunnya merah muda, terbuat dari sutra yang tipis — sehingga tembus pandang
  2. jernih
  3. nyata; jelas: dalam era reformasi segalanya harus bersifat —
  4. tidak terbatas pada orang tertentu saja; terbuka: sekarang ini perbankan sudah jauh lebih — dalam memberikan kredit

 

Artinya: ‘robot’ atau sistem yang nantinya bekerja menyelenggarakan mekanisme yang disepakati dapat dengan jernih setiap waktu dilihat kualitas pekerjaan dan kemajuannya atau progress-nya.

Jenis-jenis Klaim dan Skala Prioritas

Jika kita berselancar di situs AJBB, ada 5(lima) jenis klaim yang ada yaitu:

  1. Klaim atas kematian.
  2. Klaim atas polis/pengembalian Saldo Tunai.
  3. Klaim atas berakhirnya kontrak.
  4. Pengobatan.
  5. Klaim atas rawat inap dan rawat jalan.

Skala prioritas penyelesaian klaim sebaiknya dilakukan berdasarkan pemetaan atau mapping yang, sekali lagi, jelas dan transparan.

Namun, dari pengalaman penulis sebagai praktisi Asuransi, sepertinya klaim atas kematian dan berakhirnya kontrak dapat dikatakan sebagai jenis klaim yang berhak mendapat kursi prioritas. Namun sebaiknya BPA dapat bersidang untuk menentukan hal ini dan sebaiknya tidak terlalu lama misalnya maksimal 1(satu) minggu. Referensi dari dunia internasional, apakah perusahaan asuransi dan reasuransi dan lembaga-lembaga edukasi Asuransi baik nasional, regional dan global dapat menjadi runutan.

Tetapi jikalau memang aset yang dimiliki melebihi total Rp. 5,3 triliun jumlah klaim yang ditanggung AJBB, maka silahkan saja membayarkan semua jenis klaim di atas. Artinya, jikalau aset melebihi tanggung jawab yang ada, maka penetapan skala prioritas tidak diperlukan.

 

Metoda FCFS (First Come First Served)

Metoda FCFS ini menggambarkan sistem pelayanan sesuai dengan urutan tertanggung yang datang. Dalam hal ini perlu juga ditetapkan aturannya oleh manajemen dan penulis mengusulkan misalnya tanggal saat polis menerima pengajuan klaim.

 Image result for summary icon

Kesimpulan

Penulis menyadari bahwa selain penyelesaian klaim, masih banyak lagi masalah yang mendera AJBB. Namun seperti kata pepatah para pelaku Asuransi senior: ‘jika klaim tidak diselesaikan, untuk apakah adanya perusahaan Asuransi?’. Dan kita harus segera menyelesaikan pembayaran klaim ini untuk memulihkan reputasi Asuransi sebagai pilar ekonomi dalam pembangunan bangsa.

Tulisan ini memang dibuat sangat singkat agar mudah dipahami dan merupakan intisari dari solusi yang sebetulnya cukup komprehensif. Mudah-mudahan dapat memberikan tambahan masukan untuk solusi yang memang sedang dikerjakan.

 

Penulis:

Russel Effandy – Praktisi Asuransi dan Reasuransi dan CII Ambassador di Indonesia

https://www.ciigroup.org/en/membership/international/goodwill-ambassadors/russel-effandy-biography/

*solutif: bersifat menyelesaikan masalah (belum ada di dalam KBBI)

Facebook Comments