Viral Video Warteg Berdiri Kokoh di Tengah Kebakaran Simprug, Ternyata Ini Penyebabnya

0
1248

Viral Video Warteg Berdiri Kokoh di Tengah Kebakaran Simprug, Ternyata Ini Penyebabnya

Kompas.com – 25/08/2022, 06:35 WIB

 

Penampakan Warteg Barokah yang masih utuh di antara sejumlah bangunan terbakar di Jalan Simprug Golf II, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (24/8/2022).

Penampakan Warteg Barokah yang masih utuh di antara sejumlah bangunan terbakar di Jalan Simprug Golf II, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (24/8/2022).(KOMPAS.com/Muhammad Isa Bustomi) Editor Ihsanuddin

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah rumah makan warung tegal (warteg) masih tegak berdiri di antara sejumlah bangunan yang terbakar di Jalan Simprug Golf II, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Konstruksi bangunan warteg tidak rusak seperti rumah-rumah lain di sisi kanan dan kirinya yang hangus dilalap api.

Perwira piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Deni Andreas, mengungkap penyebab warteg tersebut tidak terbakar.

Deni menyebut, kompartemenisasi menjadi salah satu faktor warteg di Jalan Simprug Golf II, Grogol Selatan itu tak dilalap api. “Karena terkompartemenisasi jadi terlindungi dari potensi rambatan api. Coba lihat bangunan yang melindungi warteg itu bagaimana konstruksi bangunannya,” kata Deni dilansir dari Antara, Kamis (25/8/2022).

Deni menjelaskan, ilmu kompartemenisasi kebakaran merupakan batas atau pemisahan bangunan berdasarkan tingkat ketahanan terhadap api pada bangunan.

Adapun bangunan warung bernama “Warung Brebes Pesona Dua Putri” itu terbuat dari bata ringan atau hebel di semua sisi rumahnya yang sifatnya menahan api. Berbeda dengan rumah di sekelilingnya yang kebanyakan memakai bahan semi permanen seperti triplek atau kayu. Deni sendiri ikut bertugas memadamkan api saat kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Simprug Golf 2 pada Minggu (21/8/2022) pagi lalu.

Menurut Deni, warga harus memahami ilmu kompartemenisasi dalam pembangunan rumah untuk menghindari kebakaran serupa terulang.

“Jadi kalau mau dibangun lagi satu kampung supaya aman dari kebakaran besar, pastikan kompartemenisasinya itu semakin banyak semakin bagus bangunannya,” tuturnya.

Sebelumnya, kondisi warteg yang masih berdiri kokoh itu viral di media sosial. Dalam narasi pada video yang viral disebutkan bahwa warteg itu kerap membagikan sedekah makanan ke warga setempat sehingga selamat dari kebakaran.

Editor : Ihsanuddin

 

5 Fakta Warteg Selamat dari Kebakaran Simprug, Benarkah karena Suka Bagi Makan Gratis?

Kondisi warteg Barokah yang selamat dari kabakaran di Jl Simprug Golf II, Jakarta Selatan.

 

Ini Alasan Ilmiah Kenapa Warung Nasi Pesona Dua Putri Lolos dari Kebakaran

Rabu 24 Aug 2022 19:46 WIB

Red: Teguh Firmansyah

  
Warga melintas di lokasi bangunan yang selamat dari peristiwa kebakaran di Jalan Simprug Golf II, Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (24/8/2022). Menurut keterangan warga setempat, warung makan tersebut selamat dari peristiwa kebakaran akibat material bangunan terbuat dari bahan tidak mudah terbakar dan cenderung masih baru, juga tidak memiliki sirkulasi udara di dalam ruangan tersebut, sehingga kobaran api tidak masuk kedalam ruangan. Republika/Thoudy Badai

Warga melintas di lokasi bangunan yang selamat dari peristiwa kebakaran di Jalan Simprug Golf II, Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (24/8/2022).

Menurut keterangan warga setempat, warung makan tersebut selamat dari peristiwa kebakaran akibat material bangunan terbuat dari bahan tidak mudah terbakar dan cenderung masih baru, juga tidak memiliki sirkulasi udara di dalam ruangan tersebut, sehingga kobaran api tidak masuk kedalam ruangan. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai

Jika ingin membangun rumah kembali maka warga harus memahami ilmu kompartemenisasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Kota Administrasi Jakarta Selatan menyebut kompartemenisasi menjadi salah satu faktor warung di Simprug Golf II, Grogol Selatan tak terkena kebakaran. Padahal ratusan rumah lain hangus terbakar.

“Karena terkompartemenisasi jadi terlindungi dari potensi rambatan api. Coba lihat bangunan yg melindungi warteg itu bagaimana konstruksi bangunannya,” kata Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Deni Andreas saat dihubungi, Jakarta, Rabu.

Deni menjelaskan ilmu kompartemenisasi kebakaran merupakan batas atau pemisahan bangunan berdasarkan tingkat ketahanan terhadap api pada bangunan. Adapun bangunan warung bernama “Warung Brebes Pesona Dua Putri” itu terbuat dari bata ringan atau hebel di semua sisi rumahnya yang sifatnya menahan api.

Sehingga faktor tersebut mempengaruhi warung itu tetap kokoh terlindungi meski rumah di sekelilingnya terbakar api, kata dia.

Berbeda dengan lainnya, ratusan rumah tersebut terbakar lantaran tidak adanya kompartemenisasi atau tidak semuanya memakai bahan bata ringan (hebel) dan kebanyakan memakai bahan semi permanen seperti kayu.

Menurut Deni, salah satu solusi jika ingin membangun rumah kembali maka warga harus memahami ilmu kompartemenisasi dalam pembangunan rumah.

Warga harus menciptakan kompartemenisasi untuk bangunan itu sendiri supaya jika ada sumber kebakaran maka rumah bisa terlindungi sendiri, sambungnya. “Jadi kalau mau dibangun lagi satu kampung supaya aman dari kebakaran besar, pastikan kompartemenisasinya itu semakin banyak semakin bagus bangunannya,” tuturnya.

Sebelumnya pemilik warung Sri Rohayati  mengatakan, sudah lama keluarganya melakukan aksi “Jumat Berkah” dengan memberikan makanan dan minuman gratis kepada warga yang membutuhkan. Selain itu, pemilik warung ini bergabung dalam komunitas di Pamulang dengan menjadi donatur yaitu memberi sedekah berupa uang ketika memiliki rezeki lebih.

6305e03995bfe

 

Facebook Comments