Manfaat Komunitas/Klub Golf bag. 2

0
176
Tiger Wood

 MANFAAT KOMUNITAS/KLUB GOLF bagian 2

Pada tulisan yang lalu sudah saya jelaskan beberapa manfaat dari keberadaan komunitas (club) golf baik terhadap anggotanya, pengaruh terhadap bisnis golf dan terhadap kemajuan golf di negara tercinta ini, pada kesempatan ini saya akan bahas tuntas lebih rinci lagi apa saja peran dan manfaat komunitas (club) golf terhadap anggotanya terkait dengan beberapa peraturan atau etika golf yang berlaku secara umum.

Secara logika bagi pemain golf yang terdaftar sebagai anggota komunitas maupun klub golf baik yang terdaftar sebagai anggota klub golf di PGI maupun komunitas yang tidak terdaftar di PGI seharusnya dapat memberikan nilai lebih atau nilai positif bagi anggota-anggotanya dan begitupun sebaliknya selayaknya anggota-anggotanya harus selalu membawa nama baik nama komunitasnya dimata komunitas (klub) yang lainnya.

Kita berharap dengan adanya pertumbuhan komunitas golf yang sangat menjamur di beberapa wilayah khususnya di wilayah Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Barat dan wilayah-wilayah lainnya pengetahuan pemain golf terhadap rules of golf itu dapat semakin meningkat dan data hendikep para pemainpun dapat tercatat sesuai dengan kemampuan realnya.

Sungguh menggelikan ketika ada komunitas yang menyelenggarakan main bareng ataupun gathering internal tetapi perhitungan skornya masih memakai sistim 36. Perhitungan skor dengan sistim 36 itu biasanya digunakan pada suatu event apabila data hendikep para pesertanya belum diketahui secara keseluruhan, oleh karena itu apabila suatu komunitas tidak atau belum mengetahui hendikep dari para anggotanya, kalau menurut saya itu namanya keterlaluan dan dapat saya artikan bahwa komunitas itu terbentuk dengan niat asal rame saja sehingga rekrut anggotanyapun tidak  dilakukan secara selektif, asal ada nomor selularnya langsung invite saja ke group gadget komunitas tersebut padahal sebelumnya orang tersebut sudah menjadi anggota dari banyak komunitas yang lain.

Untuk itu sangat diharapkan kepada seluruh komunitas golf agar dapat memonitor hendikep anggotanya melalui entry data skor yang didapat setelah setiap bermain melalui system yang banyak tersedia di website ataupun dapat membeli aplikasi khusus untuk melakukan monitoring hendikep sehingga komunitas dapat mengeluarkan kartu hendikep bagi seluruh anggotanya.

Dengan cara ini pula secara alamiah akan tersaring mana anggota yang serius berniat menjadi anggota komunitas dan mana yang sekedar meramaikan komunitas saja sehingga secara alami akan berkurang jumlah anggota yang bersifat multi member, anggota yang serius pastinya akan selalu rutin melaporkan skor hasil setiap permainannya. Tentunya ini hanya merupakan harapan dari penulis bahwa apabila semua komunitas mempunyai data hendikep dan mengeluarkan kartu hendikap bagi para anggotanya maka setiap event itu tidak akan lagi memakai sistim 36, pada setiap event setiap pemain harus memperlihatkan kartu hendikepnya sehingga pertandingan akan dilakukan berdasarkan stroke play based on handicap.

Kenapa demikian ? sebenarnya penulis tidak tabu dengan system 36 namun menurut saya sistim 36 itu dapat dianggap kurang fair¸dengan sistim 36 hanya pemain yang mendapat banyak birdie yang mempunyai kesempatan menjadi pemenang, lalu bagaimana dengan pemain yang berhendikep besar? yang kenyataannya sangat sulit untuk memperoleh Green in regulation lalu kapan mau birdienya kalau par 4 tidak 2 on kalau begitu lalu kapan juaranya mereka-mereka yang berhendikep besar itu?, walaupun kita tahu bahwa pembagian klasifikasi juga ditentukan berdasarkan hendikep yang didapat pada hari itu dengan memakai sistim 36.

Dari sisi lain komunitas juga harus lebih banyak berperan dalam melakukan sosialisasi peraturan golf yang berlaku, jangan sampai membuat komunitas golf tapi seluruh anggotanya tidak mempunyai pengetahuan yang baik mengenai peraturan golf yang berlaku, dan ironisnya saat ini ternyata masih banyak komunitas baik yang terdaftar maupun yang tidak terdaftar di PGI yang belum menguasai dengan baik peraturan golf yang berlaku.

Dapat dibayangkan apabila suatu komunitas yang anggotanya mayoritas tidak tahu peraturan golf yang berlaku, sudah pasti mereka main dengan out of rule dan out of ethic of golf pastinya sungguh memalukan, ngakunya sebagai golfer tetapi tidak tahu aturan dan etika golf yang baik dan benar.

Pada suatu saat ketika bermain golf bersama teman-teman yang kebetulan tidak satu komunitas, teman satu pairing saya itu sudah stance mau melakukan pukulan kedua di area rough, saya perhatikan pemain tersebut sudah melakukan pukulan tetapi tidak mengenai bolanya, kemudian dia mengulang dan melakukan pukulan kedua pukulannya sangat bagus jatuh di green yang tidak begitu jauh dari pin, dia melakukan dua putt dan dia menghitung skor di hole tersebut dengan angka par karena hole tersebut kebetulan par 4 (hendikep teman bermain saya itu saya perkirakan dari cara memukulnya antara 6 atau 8), saya langsung memberitahu bahwa anda pada hole tersebut mendapat nilai boggey bukan par karena pada saat pukulan kedua anda telah melakukan air shot dan itu harus dihitung satu pukulan dan jawaban teman saya itu sangat mengejutkan “mukul gak kena koq dihitung siy, kamu gak usah lebay deh, gak ada aturan seperti itu” katanya.

Bayangkan seorang pemain yang mempunyai hendikep single menjawab seperti itu, hal tersebut pastinya akan sangat memalukan bagi komunitasnya karena peristiwa lucu tersebut akan sangat cepat tersebar bahwa si anu dari komunitas anu melakukan hal yang lucu seperti cerita peristiwa tersebut diatas. Sungguh ironis! ..

Cerita tersebut diatas itu hanya sebagai contoh saja, namun sebetulnya masih banyak lagi contoh-contoh yang patut dijaga agar tidak terjadi pada pemain golf yang bernaung disebuah komunitas sehingga tidak membawa nama negatif komunitasnya. Sebetulnya yang banyak terjadi adalah yang terkait dengan kejujuran dari setiap pemain, jangan sampai ada anggota sebuah komunitas yang berlaku tidak jujur dalam menghitung skor dengan prinsip jadi juara dan komunitas tersebut menjadi terkenal karena pemainya jago-jago dan presentase juaranya sangat sering. Namun jangan lupa bahwa sepandai-pandainya berbohong lama-lama akan ketahuan juga, mereka lupa bahwa ada orang diluar anggota komunitas yang ikut dalam pairing tersebut baik itu sebagai pemain ataupun kedi yang secara tidak sengaja suatu saat dia akan menceritakan bahwa si pemain itu mainnya seperti ini dan pemain itu mainnya seperti itu dan nama negatif tersebut tentu akan menyeret nama komunitas dimana pemain tersebut bernaung.

Dari ulasan-ulasan tersebut diatas yang diharapkan adalah kepada semua komunitas agar tidak menjadi komunitas abal-abal dan dapat melakukan sosialisasi aturan golf dan etika golf kepada seluruh anggotanya sehingga seluruh anggotanya dapat membawa nama baik komunitas dan selain itu dapat meningkat pula pengetahuan mengenai peraturan golf bagi para anggotanya, kita sadari bahwa para anggota komunitas golf ini pada umumnya sudah lepas dari usia prestasi namun dengan pengetahuan golf lebih baik maka merekapun dapat menularkannya kepada orang lain khususnya the new golfer ataupun kepada para yunior dari pemain-pemain yang sudah eksis saat ini.

Terkait sosialisasi peraturan golf yang berlaku saat ini memang sampai sekarang belum terlihat upaya dari PB PGI untuk mempresentasikan ataupun mengenalkan aturan-aturan yang baru kepada semua klub golf yang menjadi anggotanya, alasannya kenapa hanya PB PGI yang tahu. Bagi komunitas ataupun klub yang terdaftar sebagai anggota PGI hingga kini belum ketahuan nilai tambahnya atau keuntungannya menjadi klub anggota PGI, komunitas golf yang terdaftar di PGI  terlibat pada aktifitas PGI hanya 4 tahun sekali pada saat pemilihan ketua PGI selain itu tidak ada sama sekali. Pada saat perhelatan pemilihan ketua PGI baru pada saat itulah PGI begitu gencar menghubungi klub-klub yang menjadi anggotanya untuk dapat secara serius berpartisipasi dalam pemilihan ketua dengan dibarengi titipan atau kampanye bahwa yang harus dipilih adalah figur A atau figur B, lalu apa nilai lebihnya atau apa keuntungannya klub menjadi anggota PGI selain memberikan beban kepada seluruh klub nya untuk melakukan pembinaan pemain yunior untuk mendukung regenerasi pemain golf yang ada di negara tercinta ini.

Dengan melihat kenyataan dunia golf Indonesia seperti itu, akan kah golf di Indonesia ini bisa maju berkembang seperti negara Korea, Thailand, India atau negara-negara Asia lainnya yang selalu menyertakan pemainnya dalam pertandingan-pertanding bergengsi seperti yang sering kita lihat di media-media elektronik. Hal tersebut memang masih menjadi mimpi dari pemain-pemain kita, semoga melalui komunitas-komunitas yang ada sekarang ini dapat membantu mewujudkan mimpi-mimpi dari pemain-pemain yunior kita ini untuk menjadikan salah satu pemain golf ternama di dunia, semoga……..

oleh : Bahar

Related post:

Manfaat Komunitas/Klub Golf bagian 1

Facebook Comments